Kepemimpinan Perempuan Bunga Rampai Pembangunan Desa Bungaiya, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Posted on 1 April 2013. Filed under: Pemberdayaan Perempuan |


Andi Hidayati merupakan sosok perempuan tegas, gesit dan piawai dalam memimpin desanya. Ibu dari 4 orang putri ini sudah 4 tahun menjabat sebagai kepala desa Bungaiya yang lahir dari proses demokratis dengan mengalahkan 7 orang pesaingnya. Meski sibuk menjalankan urusan pemerintahan desa, dia tidak lalai menjalankan kewajiban dalam rumah tangganya. Terlebih kewajiban sosial kemasyarakatan yang melekat pada kepemimpinannya. Desa Bungaiya secara administrasi terletak di kecamatan Bontomatene kabupaten Kepulauan Selayar. Berdasarkan kategorisasi tipologi wilayah, desa Bungaiya termasuk pada desa pesisir. Luas wilayah desa Bungaiya 5.830 Ha, dengan jarak ibukota kecamatan 13 Km dan jarak ibukota kabupaten 36 Km2. Desa ini terbagi dalam 5 dusun (Dusun Tajuia, Polong, Bonelohe, Kassabumbung dan Jenekikki) dengan jumlah keseluruhan  penduduk 1.862 jiwa (P: 976, L: 886), 521 KK.

Desa Bungaiya merupakan Desa yang memperhatikan gender mainstreaming, buktinya desa ini dipimpin oleh seorang perempuan dari hasil proses demokrasi langsung. Ketua BPD juga dipegang seorang perempuan bahkan 70% staf desa diisi oleh kaum perempuan.  Tidak hanya itu hampir semua kegiatan di desa juga melibatkan kaum perempuan baik itu PKK, kader posyandu yang notabene kebanyakan dari kelompok perempuan.

Sebagai ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan kemasyarakatan pemerintah desa senantiasa terlibat dalam setiap kegiatan baik yang ada di luar desa maupun di dalam desa. berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah desa selalu diawali dengan musyawarah bersama. secara  reguler pemerintah desa juga melaksanakan musrenbang secara partisipatif yang diawali dari penggalian gagasan dari dusun, kemudian Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) keliling ke tiap dusun untuk memastikan usulan kegiatan prioritas di setiap dusun. Setelah itu pemerintah desa menyelenggarakan musrenbang tingkat desa  untuk menentukan program prioritas tingkat desa dengan melibatkan BPD, kelembagaan desa (PKK, LPM), Kelompok Pemuda, bahkan rumah tangga miskin pun dilibatkan dalam kegiatan ini.

Sebagai acuan pelaksananaan pembangunan, pemerintah menyusun perencanaan pembanguanan selama 5 tahun yang dinamakan RPJMDesa dan juga RKPDesa yang merupakan turunan dari RPJMDesa berisikan kegiatan selama satu tahun.  musrenbang desa tidak hanya dihadiri oleh kaum laki-laki akan tetapi kelompok perempuan juga turut hadir di acara tersebut termasuk orang miskin (RTM), pemuda juga dilibatkan yang di selenggarakan tiap setahun sekali. Dalam perencanaan pembangunan yang dihasilkan terlihat tidak hanya pembagunan fisik saja yang muncul, akan tetapi kegiatan pemberdayaan kelompok perempuan, kegiatan di sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan khususnya posyandu juga menjadi prioritas di desa.

Salah satu arah kebijakan pembangunan desa berdasarkan dokumen RKPDesa yaitu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pelayanan kesehatan masyarakat serta peningkatan partisipasi pendidikan. Alasan desa memilih fokus pada bidang pendidikan karena SDM merupakan pilar yang penting untuk melaksanakan pembangunan dan pemerintah desa sadar bahwa salah satu tugas pemerintah yaitu meningkatkan kecerdasan masyarakatnya. Selain itu juga kesehatan merupakan elemen penting untuk terciptanya kehidupan masyarakat yang sejahtera.  Upaya ini diwujudkan antara lain melalui pengentasan buta aksara, dan mendorong penyelenggaraan pendidikan dini TK berjalan dengan baik. Desa ini memiliki 2 Taman Kanak-kanak (TK) yang berlokasikan didusun Tajuia dan Dusun Bonelohe. Tenaga pengajar di dua TK tersebut merupakan warga setempat, berjumlah 8 orang yang dibiayai oleh APBDesa setiap tahunnya. Selain TK juga ada 4 kelompok Keaksaraan Fungsional  (KF) yang anggotanya merupakan warga desa Bungaiya yang benar-benar buta huruf dan aksara. Sebagai bentuk komitmen dalam bidang pendidikan kepala desa juga menjadi tutor dalam kelompok KF tersebut.  APBDesa juga mengalokasikan dana pendidikan sebesar  5 juta  untuk anak-anak yang tidak mampu melanjutkan sekolah,  anak-anak tersebut dibiayai desa untuk  masuk ke pesantren guna mendapatkan pendidikan spiritual maupun kerohanian.

Selain inovasi dalam bidang pendidikan, desa Bungaiya juga melaksanakan kegiatan peningkatan pelayanan kesehatan melalui kegiatan posyandu. Kegiatan Posyandu yang dilaksanakan antara lain penyuluhan kesehatan, penimbangan dan pemberian makanan tambahan (PMT) yang diselenggarakan tiap bulan serta yang sedang berjalan adalah pendataan golongan darah masyarakat bekerjasama dengan puskesmas. Desa ini memiliki 2 Posyandu dan 2 pos timbang, untuk posyandu terletak di dusun Tajuia dan Bonelohe sedangkan pos timbang ada di Tajui dan Jenekiki. setiapa tahun posyandu mendapatkan alokasi dana 15 juta dari APBDesa untuk penanggulangan gizi buruk. Dana ini langsung di kelola oleh Kader dengan tetap  akan melaporkan kepada Kepala Desa pada setiap akhir kegiatan. Lebih jauh dari itu kepala desa berhasil memprakarsai warga untuk membangun satu ruang kelas SMP satu atap secara swadaya.

Sedangkan kegiatan pemberdayaan perempuan pemerintah desa mengalokasikan anggaran 10 juta untuk kelompok PKK. Dana ini dianggarkan setiap tahun untuk operasional kegiatan PKK Desa. hal lain yang dilakukan yaitu melakukan peningkatan kapasitas kepada Perempuan Rumah Tangga Miskin (RTM) dalam bidang pengolahan abon ikan, rumput laut dan pembuatan kue dan juga memfasitasi perempuan RTM untuk membentuk kelompok-kelompok ekonomi produktif (kelompok petani rumput laut).

Dalam mengimplementasikan berbagai kegiatan diatas pemerintah desa tidak sendiri akan tetapi melibatkan berbagai pihak seperti, BPD, LPM , PKK maupun tokoh masyarakat lainnya. Dimana masih masing pihak mempunyai peran sendiri-sendiri. BPD melaksanakan serap aspirasi dan memastikan berbagai begiatan diatas dianggarakan dalam APBDesa dan bermanfaat bagi masyarakat. LPM dan PKK memberikan motivasi dan nasihat supaya ada kesadaran dari warga untuk mempunyai perilaku hidup sehat, membawa bayi ke posyandu secara rutin dan menyadarkan kepala warga untuk memasukkan anaknya  di TK sebagai persiapan masuk sekolah.

Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di TK selalu melibatkan pemerintah desa, komite TK, Pengurus PKK dan tokoh Masyarakat. hal ini membuktikan bahwa pemerintah desa peduli terhadap penyelenggaraan pendidikan dan juga peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. dalam pelaksanaanya, masyarakat merespon positif dan memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan. Sebagai contoh masyarakat menghibahkan tanah untuk dibangun TK di dusun Tajuia dan orang tua peserta didik melakukan iuran pendirikan sebesar  Rp. 5000, untuk menunjang operasional TK dan swadaya penyelesaian pembangunan pagar di sekitar lokasi TK. Untuk Pemberian makanan tambahan di kegiatan posyandu, masyakat sering kali membawa bahan-bahan sendiri untuk dimasak bersama supaya memenuhi kecukupan gizi. Dengan demikian masyarakat tidak selalu mengandalkan PMT yang dianggarkan oleh pemerintah desa.

Desa Bungaiya juga memperhatikan keberadaan rumah  tangga miskin (RTM). Jumlah RTM adalah 105 rumah tangga, sebagai bentuk pemberdayaan RTM pemerintah desa mengalokasikan kegaitan untuk pelatihan-pelatihan yang tujuannya meningkatkan kapasitas ibu-ibu RTM supaya mempunyai ketrampilan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Misalnya pelatihan  pengolahan ikan dan rumput laut serta pembuatan kue. Untuk bantuan raskin kebijakan pemerintah desa di fokuskan untuk RTM. Selain itu desa juga mengupayakan bantuan sosial baik dari kabupaten maupun propinsi untuk pemberdayaan RTM tersebut.

Dari berbagai kegiatan diatas, dampak yang dirasakan masyarakat yaitu adanya peningkatan pengetahuan khususnya bagi anak-anak peserta didik di TK. Terbukanya kesadaran ibu-ibu untuk memasukan anaknya di TK sebagai persiapan untuk pendidikan dasar. Warga miskin merasa terbantu dengan kegiatan-kegiatan pelatihan ketrampilan yang bisa menambah penghasilan mereka.

Dengan pelayanan kesehatan di posyandu, dampak yang dirasakan masyarakat yaitu tidak adanya kematian ibu saat melahirkan dan kematian anak yang disebabkan kekurangan gizi. Masyarakat mendapatkan pengetahuan pelaksanaan PHBS sehingga meningkatkan angka harapan hidup di desa Bungaiya.

Penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan desa dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Setiap kegiatan yang dilaksanakan semuanya tertuang dalam dokumen RKPDesa dan dianggarkan di APBDesa. Penyusunan APBDesa dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan BPD, PKK, Kelompok Pemuda bahkan RTM juga dilibatkan. Diakhir tahun kepala desa membuat LKPJ disampaikan kepada BPD yang kemudian di bahas dalam paripurna BPD dengan menghadirkan perwakilan masyarakat desa baik tokoh masyarakat, perempuan dan pemuda. Masyarakat bisa menanyakan langsung kepada kepala desa jika dianggap ada kegiatan yang belum selesai atau dianggap kurang jelas oleh warga. “setiap tahun saya perlu melaporkan pelaksanaan kegiatan dan anggaran dalam LKPJ kepada masyarakat, ini adalah kewajiban saya sebagai kepala desa” tegasnya. dengan demikian penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan berjalan dengan transparan dan akuntabel.

  • Alih Bahasa

  • Deadline Activities




  • Publication

    150740_626034187410216_2044183302_n
    • 1,395 Kunjungan
  • CPANEL ISET

  • Kategori

  • Arsip

  • Support

    ACCESS Phase II
    Logo ACCESS Cover Belakang
    BPPKB Selayar
    index
    71095_135266290090_5844531_n

  • Marquee Text Generator - http://www.marqueetextlive.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: